Jumat, 15 November 2019

Ilmu Budaya Dasar_Materi14

A. PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB
Tanggung jawab dalam Kamus Umum Bahasa Besar Indonesia adalah keadaan dimana wajib menanggung segala sesuatu, sehingga berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Adapun tanggung jawab secara definisi merupakan kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan baik yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
Tanggung jawab bersifat kodrati, yang artinya tanggung jawab itu sudah menjadi bagian kehidupan manusia bahwa setiap manusia dan yang pasti masing-masing orang akan memikul suatu tanggung jawabnya sendiri-sendiri. Apabila seseorang tidak mau bertanggung jawab, maka tentu ada pihak lain yang memaksa untuk tindakan tanggung jawab tersebut. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi, yaitu:
1.Dari sisi yang berbuat
2.dari sisi yang kepentingan pihak lain.
Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannyaitu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 
 
B. MACAM-MACAM DAN CONTOH TANGGUNG JAWAB
Tujuan manusia berjuang itu untuk memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Untuk itu ia menghadapi manusia lain dalam masyarakat atau menghadapi lingkungan alam. Dalam usahanya itu manusia juga menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan, yaitu kekuasaan Tuhan. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya, atas dasar ini, lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab, yaitu:
 
1)Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisa kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yang telah diatur sedemikian rupa dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam-macam agama. 
 
2) Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menentukan kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.
 
3) Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami, ister, ayah, ibu anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarga. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan dan kehidupan. 
 
4) Tanggung jawab terhadap masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyrakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat. 
 
5) Tanggung jawab kepada Bangsa / Negara
Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara

 
C . PENGERTIAN PENGABDIAN 
Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan adalah perbuat baik untuk kepentingan manusia itu sendiri 
Pengabdian
Pengabdian itu adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu hakekatnya adalah rasa tanggung jawab, apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu berarti mengabdi kepada keluarga. Lain halnya jika kita membantu teman dalam kesulitan, mungkin sampai berhari-hari itu bukan pengabdian, tetapi hanya bantuan saja 

D. MACAM-MACAM DAN CONTOH PENGABDIAN
 Berikut macam-macam dan contoh pengabdian, yaitu:
  • Pengabdian terhadap Tuhan yang Maha
EsaYaitu penyerahan diri secara penuh terhadap Tuhan dan merupakan perwujudan tanggung jawabnya yang juga diikuti oleh pengorbanan. Contoh: Umat Islam melaksanakan shalat lima waktu dalam sehari, melakukan zakat, melaksanakan kurban dan sebagainya, itu semua tidak lain adalah untuk pengabdian kepada Tuhan yang Maha Esa.
  • Pengabdian kepada masyarakat
Ini timbul karena manusia dibesarkan dan hidup dalam masyarakat, sehingga sebagai perwujudan tanggung jawabnya kemudian melakukan pengabdian juga pengorbanan. Contoh: Seorang mahasiswa yang telah lulus, kemudian berusaha memajukan pendidikan di desanya dengan mendirikan sekolah, walaupun tanpa imbalan apapun, ia lakukan demi kemajuan desanya.
  • Pengabdian kepada raja
Yaitu suatu penyerahan diri secara ikhlas kepada rajanya, karena dianggap yang melindunginya, walaupun sekarang jarang terjadi. Contoh: Seorang gadis dengan suka rela dijadikan selir oleh rajanya.
  • Pengabdian kepada negara
Timbul karena seseorang merasa ikut bertanggung jawab terhadap kelestarian (kelangsungan) negara dan demi persatuan kesatuan bangsa. Contoh: Dalam usaha merebut kembali Irian Barat dari penjajah Belanda, banyak pemuda yang mendaftarkan diri menjadi sukarelawan.
  • Pengabdian kepada harta
Ini terjadi karena seseorang memandang bahwa harta yang menghidupinya, sehingga tindakan- tindakannya semata- mata demi harta. Kadang- kadang ia tanpa menyadari justru mengorbankan dirinya untuk mempertahankan hartanya, yang akhirnya tidak dapat menikmati hartanya.
  • Pengabdian kepada keluarga
Ini timbul karena keinginan untuk membahagiakan keluarga dengan terpenuhinya kebutuhan secara lahir dan batin secara layak.
Jadi dengan melihat pengertian maupun macam- macam pengabdian/ pengorbanan, memahami arti dan makna pengabdian dan pengorbanan, diharapkan kita meneladaninya, karena sebenarnya hakekat pengabdian/ pengorbanan adalah merupakan usaha memikul tanggung jawab dan melaksanakan kewajiban sebagai manusia.

 
E. PENGERTIAN PENGORBANAN
Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.
Perbedaan antara pengertian pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas, karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan .
Pengorbanan merupakan juga bagian dari pengabdian. Segala sesuatu yang bersifat pengabdian, pasti terdapat tindakan pengorbanan, sekecil apapun itu. Berbuat pengorbanan itu bermacam-macam, dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa pengorbanan berbentuk jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan.
Pengabdian lebih banyak mengarah kepada perbuatan sedangkan, pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.

Jadi makna dari pengorbanan itu sendiri adalah :
  1. Bisa membantu hidup atau masalah seseorang menjadi lebih baik.
  2. Pengorbanan yang diberikan akan sangat berharga dan berguna sekali untuk orang yang mendapat pertolongan atau pngorbanannya, walau pengorbanan yang diberikan sedikit.
  3. Orang-orang yang berkorban akan mendapat imbalan atau pahala yang sesuai dari sang pencipta (Tuhan) atau dari seseorang yang mendapatkan pertolongan atau pengorbanannya.
  4. Dan pengorbanan itu akan selalu melekat dan terkenang oleh orang yang mendapat pengorbanan dan orang-orang yang disekelilingnya, yang mengetahui bentuk pengorbanan itu.
  5. Pengorbanan adalah suatu tindakan yang mulia.
F. MACAM-MACAM PENGORBANAN:
  1. Pengorbanan harta benda
  2. Pengorbanan pikiran
  3. Pengorbanan perasaan
  4. Pengorbanan tenaga
 
G. CONTOH PENGORBANAN:
Contoh yang paling sederhana dan paling sering kita rasakan adalah pengorbanan dari kedua orang tua kita. Orang tua kita rela mengorbankan apapun untuk anaknya, termasuk nyawa mereka sekalipun. Apapun yang mereka punya akan mereka berikan asal itu bisa berguna bagi anaknya. Mereka bekerja banting tulang semata-mata hanya untuk memenuhi kebutuhan anak – anaknya, agar anak – anaknya bisa tersenyum dan bahagia. Rasa kasih sayang dan cinta yang mereka curahkan tak pernah ada habisnya. Mereka melakukan semua itu agar anak nya tumbuh menjadi putra putri yang bisa dibanggakan. Namun, kita sering lupa dan lalai akan betapa besarnya pengorbanan kedua orang tua kita ini. Maka dari itu, sayangilah orang tua kalian sebagaimana mereka menyayangi kita sejak kecil dan jangan sekali-kali melupakan betapa besarnya pengorbanan mereka.


Kamis, 14 November 2019

Ilmu Budaya Dasar_pandangan hidup, cita-cita, kebajikan, usaha atau perjuangan, serta langkah-langkah pandangan hidup serta kaitannya dengan manusia dalam kehidupannya

A. PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasaikan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Macam-macam sumber pandangan hidup
Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasaikan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
(A) Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
(B) Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norms yang terdapat pada negara tersebut.
(C) Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.


B. MACAM-MACAM SUMBER PANDANGAN HIDUP
Macam-macam sumber pandangan hidup
Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasaikan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
(A) Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
(B) Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norms yang terdapat pada negara tersebut.
(C) Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya


C. PENGERTIAN IDEOLOGI
Ideologi adalah sebuah gagasan atau ide. Kata tersebut diciptakan oleh Destutt de Tracy di akhir abad ke 18 untuk membuat definisi sains tentang ide. Pada dasarnya ideologi juga bisa dianggap sebagai visi komprehensif yang digunakan untuk memandang berbagai hal yang diajukan oleh masyarakat dominan.
Tujuan dari dibuatnya ideologi ini adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran yang normatif. Dalam sebuah negara, ideologi adalah sistem pemikiran yang abstrak dan diterapkan di masyarakat sehingga akan muncul konsep yang akan menjadi inti politik.


D. MACAM-MACAM IDEOLOGI YANG ADA 
Dari pengertian tersebut maka muncullah berbagai macam ideologi yang berkembang di masyarakat dan digunakan hingga saat ini. Masing-masing kumpulan masyarakat tentunya memiliki ideologi yang dipegang masing-masing sebagai dasar dalam memandang berbagai hal yang terjadi dalam lingkungan tersebut.
Sehingga harapannya dengan adanya ideologi yang tepat maka masyarakat juga dapat hidup lebih sejahtera dan saling berdampingan dengan baik. Berikut beberapa macam ideologi yang ada di masyarakat dan perlu untuk diketahui :

1. Kapitalisme

Paham atau ideologi kapitalisme adalah meyakini bahwa pemilik modal dapat melakukan berbagai usaha untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Tokoh besar dalam berkembangnya ideologi ini adalah Adam Smith yang menyerang merkantilisme melalui para psiokrat karena menganggapnya kurang mendukung perekonomian masyarakat.
Para psiokrat itu beranggapan bahwa tanah adalah hal yang paling penting dalam pola produksi. Adam Smith beranggapan ada kekuatan tersembunyi yang dapat mengatur pasar sehingga pasar harus memiliki kebebasan dari investasi pemerintah.Dalam hal ini pemerintah hanya bertugas untuk mengawasi semua pekerjaan yang dilakukan rakyatnya. Beberapa negara yang menganut paham kapital adalah Spanyol, Belanda, Australia Portugis dan Perancis.

2. Komunisme 

Dalam paham komunisme maka akan didahulukan kepentingan umum dibandingkan kepentingan pribadi atau golongan. Dalam ideologi ini juga disebutkan bahwa segala hal yang terjadi dalam suatu negara akan dikuasai secara mutlak oleh negara tersebut.

Asal paham ini adalah dari Manifest der Kommunistischen yang ditulis Karl Marx dan Friedrich Engels mengenai teori yang berisikan analisis pendekatan kepada perjuangan kelas dan ekonomi kesejahteraan yang pernah menjadi salah satu gerakan paling berpengaruh di dunia politik.
Korea Utara, Laos, Kuba, Vietnam dan Tiongkok adalah negara-negara yang menganut ideologi Komunisme 

3. Liberalisme
Ideologi liberal ini didasarkan pada pemahaman akan kebebasan adalah nilai politik paling utama. Pada dasarnya harapan dari dikembangkannya ideologi ini adalah untuk mencapai masyarakat yang bebas dengan ciri utamanya adalah kebebasan berpikir untuk setiap individu.
Liberalisme menginginkan adanya kebebasan bertukar gagasan, ekonomi pasar yang mendukung usaha pribadi, menolak pembatasan secara individu dan memiliki pemerintahan yang transparan. Amerika Serikat, Argentina Yunani dan Rusia menjadi penganut paham liberalisme ini.

4. Konservatif

Konservatisme atau konservatif adalah paham yang memiliki beberapa unsur penting yang harus ada di dalamnya yaitu sebagai berikut :

  • Filsafatnya adalah perubahan tidak selalu berarti sebuah kemajuan. Maka lebih baik perubahan itu berlangsung tahap demi tahap tanpa harus mengguncang struktur sosial politik dalam sebuah negara atau masyarakat yang bersangkutan
  • Inti pemikiran dari paham konservatisme ini adalah memelihara kondisi yang sudah ada dan menjaga kestabilan yang dinamis serta statis
  • Landasan pemikiran konservatisme ini adalah bahwa manusia pada dasarnya adalah lemah dan terdapat insting jahat di dalam dirinya. Sehingga diperlukan pola pengendalian dengan aturan yang ketat
  • Memiliki sistem pemerintahan antara demokratis dan otoriter

E. PENGERTIAN CITA-CITA
Cita-cita adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Tidak ada orang hidup tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebajikan, dan tanpa sikap hidup. Cita-cita adalah suatu impian dan harapan seseorang akan masa depannya, bagi sebagian orang cita-cita itu adalah tujuan hidup dan bagi sebagian yang lain cita-cita itu hanyalah mimpi belaka. Bagi orang yang menganggapnya sebagai tujuan hidupnya maka cita-cita adalah sebuah impian yang dapat membakar semangat untuk terus melangkah maju dengan langkah yang jelas dan mantap dalam kehidupan ini sehingga ia menjadi sebuah akselerator pengembangan diri namun bagi yang menganggap cita-cita sebagai mimpi maka ia adalah sebuah impian belaka tanpa api yang dapat membakar motivasi untuk melangkah maju. Manusia tanpa cita-cita ibarat air yang mengalir dari pegunungan menuju dataran rendah, mengikuti kemana saja alur sungai membawanya. Manusia tanpa cita-cita bagaikan seseorang yang sedang tersesat yang berjalan tanpa tujuan yang jelas sehingga ia bahkan dapat lebih jauh tersesat lagi. Ya, cita-cita adalah sebuah rancangan bangunan kehidupan seseorang, bangunan yang tersusun dari batu bata keterampilan, semen ilmu dan pasir potensi diri.Cita-cita bukan hanya terkait dengan sebuah profesi namun lebih dari itu ia adalah sebuah tujuan hidup. Seperti ada seseorang yang bercita-cita ingin memiliki harta yang banyak, menjadi orang terkenal, mengelilingi dunia, mempunyai prestasi yang bagus dan segudang cita-cita lainnya. Namun seorang muslim tentunya akan menempatkan cita-citanya di tempat yang paling tinggi dan mulia yaitu menggapai keridhaan Allah.

F. CONTOH CITA-CITA
Saat masih kecil ade mempunyai cita-cita ingin menjadi dokter, tetapi setelah dewasa cita-citanya berubah ingin menjadi seorang komikus terkenal dan dia berusaha untuk menggapai cita-citanya tersebut.

G. PENGERTIAN KEBAJIKAN
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Makna kebajikan Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan. Manusia merupakan mahluk sosial: manusia hidup bermasyarakat, manusia saling membutuhkan, saling menolong, saling menghargai sesama anggota masyarakat. Sebaliknya pula saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan, dan sebagainya. Sebagai mahluk pribadi, manusia dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk. Baik buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan di dalam hati yang mendesak seseorang, untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan, tindakan atau tingkah laku. Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap orang ada tiga hal: Pertama faktor pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan. Faktor kedua yang menentukan tingkah laku seseorang adalah lingkungan (environ¬ment). Faktor ketiga yang menentukan tingkah laku seseorang adalah pengalaman yang khas yang pemah diperoleh.  

 H. FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN TINGKAH LAKU SESEORANG
Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap orang ada tiga hal: Pertama faktor pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan. Faktor kedua yang menentukan tingkah laku seseorang adalah lingkungan (environ¬ment). Faktor ketiga yang menentukan tingkah laku seseorang adalah pengalaman yang khas yang pemah diperoleh.

 I. PENGERTIAN USAHA ATAU PERJUANGAN
Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita – cita. Setiap manusia harus kerja keras untuk melanjutkan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha/perjuangan, perjuangan untuk hidup dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha/perjuangan manusia tak dapat hidup sempurna. Apabila manusia ingin menjadi kaya, ia harus kerja keras. Bila seseorang ingin menjadi ilmuwan, ia harus rajin belajar dan mengikuti semua ketentuan akademik.

Kerja keras itu dapat dilakukan denga otak/ilmu atau jasmani/tenaga, dan bisa juga keduanya. Para ilmuwan lebih banyak bekerja keras dengan otak/ilmunya daripada jasmani/tenaganya. Sebaliknya buruh bekerja keras dengan jasmani/tenaganya daripada otaknya. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan menigkatkan harkat dan martabat manusia. Pemalas membuat manusia itu miskin, melarat dan tidak mempunyai harkat dan martabat. Karena itu tidak boleh bermalas – malasan, bersantai – santai dalam hidup ini. Santai dan istirahat ada waktunya dan manusia yang mengaturnya.

Dalam agamapun diperintahkan untuk kerja keras, sebagaimana hadist yang diucapkan Nabi Besar Muhammad S.A.W yang ditunjuk kepada para pengikutnya “Bekerjalah kamu seakan-akan kamu hidup selama-lamanya, dan beribadahlah kamu seakan-akan kamu akan mati besok”.
Untuk kerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan. Karena kemampuan terbatas itulah timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dan manusia lainnya. Kemampuan itu terbatas pada fisik dan keahlian / ketrampilan. Orang bekerja dengan fisik lemah memperoleh hasil sedikit, ketrampilan akan memperoleh penghasilan lebih banyak jika dibandingkan dengan orang yang tidak mempunyai ketrampilan / keahlian. Karena itu mencari ilmu dan keahlian / ketrampilan itu suatu keharusan, Sebagaimana dinyatakan dalam ungkapan sastra “Tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat” dalam pendidikan dikatakan sebagai “Long life education”.

Karena manusia itu mempunyai rasa kebersamaan dan belas kasihan (cinta kasih) antara sesama manusia, maka ketidak mampuan akan kemampuan terbatas yang menimbulkan perbedaan tingkat kemakmuran itu dapat diatasi bersama-sama secara tolong menolong, bergotong royong. Apabila sistem ini diangkat ketingkat organisasi negara, maka negara akan mengatur usaha / perjuangan warga negaranya sedemian rupa, sehingga perbedaan tingkat kemakmuran antara sesama warga negara dapat dihilangkan atau tidak terlalu mencolok. Keadaan ini dapat dikaji melalui pandangan hidu /idiologi yang dianut oleh suatu negara.


J. PENGERTIAN KEPERCAYAAN DAN KEYAKINAN
Keyakinan dan Kepercayaan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran.Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar atau keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran. Contoh: Pada suatu masa, manusia pernah meyakini bahwa bumi merupakan pusat tata surya, belakangan disadari bahwa keyakinan itu keliru.
Kepercayaan adalah suatu keadaan psikologis pada saat seseorang menganggap suatu premis benar
Hubungan antara kepercayaan dengan ilmu pengetahuan terjalin dengan sangat erat. Orang-orang yang berkepercayaan biasanya dalam berargumen berkata bahwa mereka tahu segala mengenai argumentasi. orang-orang yang berkepercayaan bahwa matahari adalah yang maha kuasa akan mengatakan bahwa mereka tahu bahwa matahari adalah yang maha kuasa. Namun, dalam istilah berkepercayaan dan ilmu pengetahuan yang digunakan oleh penggunaan philosopi akan berbeda.
K. MACAM-MACAM ALIRAN DALAM FILSAFAT
Beberapa aliran-aliran dalam filsafat ilmu yang akan kita jelaskan lebih lanjut adalah:
Materialisme, Dualisme, Empirisme, Rasionalisme, Kritisisme, Idealisme, Renaissance, 
 
1. MATERIALISME
Materialisme merupakan faham atau aliran yang menganggap bahwa di dunia ini tidak
ada selain materi atau nature (alam) dan dunia fisik adalah abad pertama masehi dan pemahaman
ini tidak mendapat tanggapan yang serius dan pada abad pertengahan, orang masih menganggap
asing terhadap faham ini, baru pada zaman Aufklarung (pencerahan), materialisme mendapat
tanggapan dan penganut yang penting di Eropa Barat, pada abad ke-19 pertengahan, aliran ini
tumbuh subur di barat disebabkan, dengan faham ini, orang-orang merasa mempunyai harapan-
harapan yang besar atas hasil-hasil ilmu pengetahuan alam.
Selain itu, faham materialisme ini praktis tidak memerlukan dalil-dalil yang muluk-
muluk dan abstrak, juga teorinya jelas berpegang pada kenyataan-kenyataan yang jelas dan
mudah dimengerti, kemajuan aliran ini mendapat tantangan yang keras dan hebat dari kaum
agama di mana-mana, hal ini disebabkan bahwa faham ini pada abad ke-19 tidak mengakui
adanya Tuhan (ateis) yang sudah diyakini mengatur budi masyarakat, pada masa ini, kritik pun
muncul di kalangan ulama-ulama barat yang menentang materialism adapun beberapa kritik
yang dilontarkan tersebut adalah sebagai berikut:
a. Materialisme menyatakan bahwa alam wujud ini terjadi dengan sendirinya dari
chaos (kacau balau). Kata Hegel, kacau balau yang mengatur bukan lagi balau
namanya itu Tuhan.
b. Materialisme menerangkan bahwa segala peristiwa diatur oleh hukum alam.
Padahal pada hakikatnya hukum alam ini adalah perbuatan ruhani juga.
c. Materialisme mendasarkan segala kejadian dunia dan kehidupan pada asal benda
itu sendiri. Padahal dalil itu menunjukkan adanya sumber dari luar itu sendiri
yaitu Tuhan.
d. Materialisme tidak sanggup menerangkan suatu kejadian ruhani yang paling
mendasar sekalipun.
Diantara tokoh-tokoh aliran ini adalah Anaximenes (585-528), Anaximandros (610-545
SM), Thales (625-545 SM), Demokritos (460-545 SM), Thomas Hobbes (1588-1679 M),
Lamettrie (1709-1775 M), Feuerbach (1804-1877 M), Spencer (1820- 1903 M), dan Karl Marx
(1818-1883M).
2. DUALISME
Dualisme adalah ajaran atau faham yang memandang alam ini terdiri atas dua macam
hakikat yaitu hakikat materi dan hakikat ruhani, Kedua macam hakikat itu masing-masing bebas
berdiri sendiri samadengan asasi dan abadi, perhubungan antara keduanya itu menciptakan
kehidupan dalam alam, contoh yang paling jelas tentang adanya kerjasama kedua hakikat ini
adalah terdapat dalam diri manusia, tokoh-tokoh aliran ini antara lain adalah Plato (427-347
SM), Aristoteles (384-322 SM), Descartes (1596-1650 M), Fechner (1802-1887 M), Arnold
Gealinex, Leukippos, Anaxagoras, Hc. Daugall dan A. Schopenhauer (1788-1860 M).
3. EMPIRISME
Empirisme adalah aliran yang menjadikan pengalaman sebagai sumber pengetahuan,
aliran ini beranggapan bahwa pengetahuan diperoleh melalui pengalaman dengan cara observasi
penginderaan. Pengalaman merupakan faktor fundamental dalam pengetahuan, ia merupakan
sumber dari pengetahuan manusia.
Penganut empirisme mengatakan bahwa pengalaman tidak lian akibat suatu objek yang
merangsang alat-alat indrawi yang kemudian dipahami di dalam otak, dan akibat dari rangsangan
tersebutlah tanggapan-tanggapan mengenaiobjek telah merangsang alat-alat indrawi tersebut,
empirisme memegang perananyang amat penting bagi pengetahuan, penganut aliran ini
menganggap pengalaman sebagai satu-satunya sumber dan dasar pengetahuan, pengalman
indrawi sering di anggap sebagai pengadilan yang tertinggi.
Empirisme berasal dari kata Yunani ”empiris” yang berarti pengalaman indrawi, karena
itu, empirisme dinisbatkan kepada faham yang memilih pengalaman sebagai sumber utama
pengenalan, baik pengalaman lahiriah yang menyangkut dunia maupun pengalaman batiniah
yang menyangkut pribadi manusia, pada dasarnya aliran ini sangat bertentangan dengan
rasionalisme.
4. RASIONALISME
Rasionalisme adalah faham atau aliran yang berdasar rasio, ide-ide yang masuk akal,
selain itu, tidak ada sumber kebenaran yang hakiki, zaman rasionalisme berlangsung dari
pertengahan abad ke-XVII sampai akhir abad ke-XVIII, pada zaman ini hal yang khas bagi ilmu
pengetahuan adalah penggunaan yang eksklusif daya akal budi (ratio) untuk menemukan
kebenaran, ternyata, penggunaan akal budi yang demikian tidak sia-sia, melihat tambahan ilmu
pengetahuan yang besar sekali akibat perkembangan yang pesat dari ilmu-ilmu alam.
Sebagai aliran dalam filsafat yang mengutamakan rasio untuk memperoleh pengetahuan
dan kebenaran, rasonalisme selalu berpendapat bahwa akal merupakan faktor fundamental dalam
suatu pengetahuan, dan menurut rasionalisme pengalaman tidak mungkin dapat menguji
kebenran hukum “sebab-akibat” karena peristiwa yang tak terhingga dalam kejadian alam ini
tiadak mungkin dapat di observasi, bagi aliran ini kekeliruan pada aliran empirisme disebabkan
kelemahan alat indra itu dan dapat di koreksi sendainya akal digunakan.
Rasionalisme tidak mengingkari kegunaan Indra dalam memperoleh pengetahuan,
pengalaman indra digunakan untuk merangsang akal dan memberikan bahan-bahan yang
menyebabkan akal dapat bekerja, akan tetapi akal juga dapat menghasilkan pengetahuan yang
tidak didasarkan bahan indra sama sekali, jadi akal dapat juga menghasilkan pengetahuan
tentang objek yang betul-betul abstrak.
Indra dan akal yang bekerja sama belum juga dapat dipercaya mampu mengetahui
bagian-bagian tertentu tentang suatu objek, manusi mampu menangkap keseluruhan objek
beserta intuisinya, jika yang bekerj hanya rasio yang menjadi andalan rasionlisme maka
pengatahun yang diperoleh ialh pengatahuan filsafat dan pengatahuan filsafat itu sendiri ialah
pengatahuan logis tanpa didukung data empiris, jadi pengetahuan filsafat ialah pengetahuan yang
sifatnya logis saja.
Tokoh-tokoh aliran ini adalah Rene Descartes (1596-1650 M), Nicholas Malerbranche
(1638-1775 M), B. De Spinoza (1632-1677 M), G.W.Leibniz (1646-1716 M), Christian Wolff
(1679-1754M), dan Blaise Pascal (1623-1662 M).
5. KRITISISME
Kehadiran aliran rasionalisme dan empirisme sangat bertolah belakang dari tujuan
semula, Pada satu sisi landasan aliran rasionalisme yang bertolak dari rasio dan di lain sisi
empirisme yang lebih mendasarkan pada pengalaman seolah sudah sempurna, padahal kedua
tawaran tersebut bukan jawaban yang tepat, tokoh yang paling menolak kedua pandangan di atas
adalah Immanuel Kant (1724-1804 M).
Kant berusaha menawarkan perspektif baru dan berusaha mengadakan penyelesaian
terhadap pertikaian itu dengan filsafatnya yang dinamakan kritisisme, untuk itulah ia menulis
tiga bukunya berjudul: Kritik der Reinen Vernunft (kritik rasio murni), Kritik der Urteilskraft,
dan lainnya. Bagi Kant, dalam pengenalan indrawi selalu sudah ada dua bentuk apriori, yaitu
ruang dan waktu, kedua-duanya berakar dalam struktur subjek sendiri, memang ada suatu realitas
terlepas dari subjek yang mengindra, tetapi realitas tidak pernah dikenalinya, kita hanya
mengenal gejala-gejala yang merupakan sintesis antara yang diluar (aposteriori) dan ruang
waktu (a priori).
6. IDEALISME
Idealisme adalah suatu aliran yang mengajarkan bahwa hakikat dunia fisik hanya dapat
dipahami kaitannya dengan jiwa dan ruh, istilah idealisme diambil dari kata idea, yakni seseuatu
yang hadir dalam jiwa, idealisme mempunyai argumen epistemologi tersendiri, oleh karena itu,
tokoh-tokoh teisme yang mengajarkan bahwa materi bergantung kepada spirit tidak disebut
idealis karena mereka tidak menggunakan argumen epistemologi yang digunakan oleh idealisme.
Pada zaman Aufklarung para filsuf yang mengakui aliran serbadua, seperti Descartes dan
Spinoza, yang mengenal dua pokok yang bersifat keruhanian dan kebendaan maupun keduanya,
mengakui bahwa unsur keruhanian lebih penting daripada kebendaan selain itu, segenap kaum
agama sekaligus dapat digolongkan kepada penganut idealisme yang paling setia sepanjang
masa, walaupun mereka tidak memiliki dalil-dalil filsafat yang mendalam, puncak zaman
idealisme pada masa abad ke-18 dan 19, yaitu saat Jerman sedang memiliki pengaruh besar di
Eropa.
Tokoh-tokoh aliran ini adalah : Plato (477-347), B. Spinoza (1632-1677 M), Liebniz
(1685-1753 M), Berkeley (1685-1753), Immanuel Kant(1724-1881 M), J. Fichte (1762-1814 M),
F.Schelling (1755-1854 M), dan G. Hegel (1770-1831 M).
7. RENAISSANCE
Dalam periodisasi sejarah filsafat Barat, istilah renaissance digunakan untuk menandai
masa-masa antara abad ke-13 dan akhir abad ke 15, istilah Renaissance sendiri berasal dari
bahasa Perancis yang berarti kebangkitan kembali oleh sejarawan istilah tersebut digunakan
untuk menunjukkan berbagai periode kebangkitan intelektual, khususnya Eropa. ciri filsafat
Renaissance ada pada filsafat modern, yaitu menghidupkan kembali rasionalisme Yunani.
Berbeda dengan abad sebelumnya, yakni abad pertengahan yang lebih menitikberatkan
pada aspek ajaran agama Kristen di mana gereja menjadi simbol kejayaan dan kekuasaan dalam
segala aspek kehidupan termasuk dalam pemikiran, orientasi pemikiran di abad ini lebih bersifat
teosentris ketimbang filosofis murni, maka tak heran bila segala sesuatunya dikembalikan kepada
Tuhan sehingga akhirnya gereja sangat mendominasi dan siapa pun tidak bisa mengganggu gugat
kekuasaan dan otoritasnya.
Situasi preode ini judtru berbeda dengan abad pertengahan memiliki semangat
kebebasan, spirit kebebasn ilnilah yang pernah terjadi di zaman sebelumnya hilang akibat sistem
teokrasi ynag membelenggu dan memberangus kebebasan hingga ahirnya kembali dihirup dan
dinikmati di era kebngkitan ini.
Beberapa tokoh pemikir era ini adalah Dante Alighieri (1265-1321 M) dari Italia, Ia
merupakan tokoh kritis yang berani menentang minoritas gereja pada saat itu, paus Bonaface
VIII yang berkuasa saat itu ditentang akibat ambisi politiknya yang besar dan seharusnya tidak
begitu. Tetapi, bukan berarti ia benci terhadap ajaran agama Kristen. 
 
L. LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK
Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimana kita memeperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada orang yang bersangkutan. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana mencapai tujuan dan ada pula yang memperlakukaan sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya.
Akan tetapi yang terpenting, kita seharusnya mempunyai langkah-langkah berpandangan hidup ini. Karena hanya dengan mempunyai langkah-langkah itulah kita dapat memperlakukan pandangan hidup sebagai sarana mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Adapun langkah-langkah itu sebagai berikut :
1. Mengenal
Mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam jal ini mengenal apa itu pandangan hidup. Tentunya kita yakin dan sadar bahwa setiap manusia itu pasti mempunyai pandangan hidup, maka kita dapat memastikan bahwa pandangan hidup itu ada sejak manusia itu ada, dan bahkan hidup itu ada sebelum manusia itu belum turun ke dunia.
2. Mengerti
Tahap kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti. Mengerti disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam bemegara kita berpandangan pada Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya mengerti apa Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bemegara. Begitu juga bagai yang berpandangan hidup pada agama Islam. Hendaknya kita mengerti apa itu Al-Qur’an, Hadist dan ijmak itu dan bagaimana ketiganya itu mengatur kehidupan baik di dunia maupun di akherat.
3. Menghayati
Langkah selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup adalah menghayati pandangan hidup itu. Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hdiup itu sendiri.
Menghayati disini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya, yaitu dengan memperluas dan mernperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiri. Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam rangka menghayati ini, menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan pandangan hidup, bertanya kepada orang yang dianggap lebih tahu dan lebih berpengalaman mengenai isi pandangan hidup itu atau mengenai pandangan hidup itu sendiri. Jadi dengan menghayati pandangan hidup kita akan memperoleh mengenai kebenaran tentang pandangan hidup itu sendiri.
4. Meyakini
Setelah mengetahui kebenaran dan validitas, baik secara kemanusiaan, maupun ditinjau dari segi kemasyarakatan maupun negara dan dari kehidupan di akherat, maka hendaknya kita meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu. Meyakini ini merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya
5. Mengabdi
Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaalnya. Sedangkan perwujudan manfaat mengabdi ini dapat dirasakan oleh pribadi kita sendiri. Dan manfaat itu sendiri bisa terwujud di masa masih hidup dan atau sesudah meninggal yaitu di alam akherat.
6. Mengamankan
Mungkin sudah merupakan sifat manusia bahwa bila sudah mengabdikan din pada suatu pandangan hidup lalu ada orang lain yang mengganggu dan atau mayalahkannya tentu dia tidak menerima dan bahkan cendemng untuk mengadakan perlawanan. Hal ini karena kemungkinan merasakan bahwa dalam berpandangan hidup itu dia telah mengikuti langkah-langkah sebelumnya dan langkah-langkah yang ditempuhnya itu telah dibuktikan kebenarannya sehingga akibatnya bila ada orang lain yang mengganggunya maka dia pasti akan mengadakan suatu respon entah respon itu berwujud tindakan atau lainnya
 

DAFTAR PUSTAKA